Ada yang menarik dari bincang-bincang masalah BLT (Bantuan Langsung Tunai) di Metro TV tadi malam. Acara itu menghadirkan Bachtiar Chamsah (Menteri Sosial), Ketum Persatuan Kades dan Perangkat Desa (Parade) Nusantara, Wakil dari Bappenas, dan Arya Bima (aggota DPR-RI, FPDIP). Masalah yang dibicarakan adalah seputar BLT, mulai dari efektivitas, masalah BLT, dan solusi perbaikan BLT. Tapi, hal yang menarik bukan hanya pembicaraan itu melainkan apa yang dilakukan para pembicara pada acara itu.
Dari keempat pembicara itu, hanya MenSos Bachtiar Chamsah yang dengan rajin mencatat isi pembicaraan itu dan kritik BLT dari sebagian pendengar. Ketiga pembicara yang lain berbicara dengan asik dan penuh semangat tanpa menyadari bahwa manusia itu memiliki sifat pelupa.
Mencatat bukan hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Namun, sebagai suatu referensi dan catatan untuk dipelajari kemudian dan pengingat dikala lupa. Mencatat, secara tidak langsung, mencerminkan kepribadian dan kepekaan orang tersebut. Pribadi yang perhatian dan peka akan mencatat persoalan yang ada atau suatu hal yang dirasa penting.
Mencatat membutuhkan semangat yang terus menyala dan konsistensi karena godaan untuk hanya bersantai atau sekedar ngomong itu sangat besar.
Hanya sedikit dari tokoh dan pejabat bangsa ini yang memiliki kebiasaan mencatat. Para pejabat sering mengandalkan ajudan untuk menangani masalah pencataatan. Apalagi bila Anda adalah seorang menteri. Tentunya, Anda akan malas untuk melakukan kebiasan mencatat.
Saya saja, yang seorang mahasiswa, masih sering bermalasan untuk mencatat isi kuliah yang penting dan tidak terdapat pada buku kuliah. Seringnya, memfotokopi catatan teman
! Padahal, Saya masih sangat muda bila dibandingkan dengan Pak MenSos.
Jadi……
SAYA ANGKAT TOPI DAN SALUT KEPADA MENSOS BACHTIAR CHAMSAH!
ANDA PATUT DICONTOH OLEH SAYA, PARA PEJABAT, PARA TOKOH, DAN SEGENAP BANGSA!