Ditahun ini, aku baru merokok 2 batang saja. Satu batang pas di kamarnya Dompleng sebagai penghargaan terhadap kamar dengan aroma rokok itu. Satu batang lagi pas naik gunung tangkuban perahu.
Aku bukan perokok maupun anti perokok.
Rokok bagiku bukan sebagai candu atau barang konsumsi tiap hari. Namun, rokok lebih berupa sarana penghargaan terhadap peristiwa ataupun acara. Misal: tiap kali naik gunung aku selalu mengosumsi rokok meskipun cuma satu batang. Sambil melingkari api, rokok adalah teman yang tepat sambil meneguk kopi ataupun Jahe hangat.
Well, ingat peringatan pemerintah, “merokok dapat menyebabkan ….bla…bla….bla…”
But if the time or moment is right, I allowing myself to smoke.
