Sariwangi mungkin menjadi merek teh kantong (tea bag) yang paling terkenal. Bila ditanyakan ke banyak orang, mungkin, hampir semuanya menjawab teh kantong itu ya…. “sariwangi”. Namun, apa itu berarti teh sariwangi berkualitas???
Perlu saya beritahukan, tulisan ini bukan untuk “memojokkan” teh merek tertentu (sariwangi), namun lebih kepada pendapat pribadi terhadap kualitas sesuatu.
Kualitas teh dapat kita lihat dari aroma, warna, dan rasa air teh yang dihasilkan. Bagaimana aroma, warna, dan rasa air dari daun teh yang berkualitas:
Catatan: Air teh diseduh tanpa gula. Sebisa mungkin pada cangkir/mug dengan warna putih agar warna hasil seduhan air teh jelas terlihat.
- Aroma : harum,
- Warna : merah bata atau merah maroon,
- Rasa : Pahit ketika awal meminumnya, namun kemudian berasa manis.
Lalu bagaimana dengan aroma, warna, dan rasa air teh sariwangi???
- Aroma : cenderung tidak berbau, atau bau harum tehnya kurang tajam
- Warna : merah pekat kehitaman,
- Rasa : Pahit, baik ketika awal meminum maupun beberapa saat setelahnya, boso jowone “sepet” terus.
Jadi, kesimpulannya teh Sariwangi tidak bermutu! Memang itu sesuai dari harga yang kita bayarkan, kasarnya “ada harga, ada barang”. 1 pak sariwangi isi 25 kantong dijual dengan harga tiga ribuan rupiah. Jadi kira2, satu kantong berharga Rp 120.
Kalo, memang Anda suka meminum teh, tidak salahnya membeli yang agak lebih mahal. Beberapa pilihan berikut mungkin dapat membantu. Teh “Sosro Premium” dapat menjadi pilihan yang murah dan cukup berkualitas. Harga 1 pak (25 kantong) sebesar Rp 6.000an cocoklah buat mahasiswa kaya penulis. Atau, teh hijau dari “2 Tang” dengan isi yang sama dibandrol Rp7.500an.
Toh, kenikmatannya rasa dan aromanya jauh berbeda dengan merek sariwangi.