Untuk pertama kalinya, Samsung melampaui Motorola sebagai pembuat handset no.1 di Amerika Serikat, berdasarkan riset dari firma Strategy Analytics.
Vendor handset Korea Selatan ini menguasai pasar Amerika sebesar 22,4 persen, dibandingkan dengan Motorola 21,1 persen. Hal ini dilatarbelakangi oleh lebih beragamnya handset yang ditawarkan Samsung. Sepertinya, strategi diversitas jenis/ragam ponsel yang awalnya hanya dilakukan di Asia manjur juga dilakukan di Amerika. Di Indonesia saja, ponsel baru dari tiap vendor muncul hampir tiap satu bulan sekali.
Kabar ini datang bersamaan dengan perpindahan Motorola secara radikal pada Divisi Handsetnya, pemberhentian karyawan, dan reposisi hansetnya untuk lebih memfokuskan pada platform Google Android. Ketika Motorola mengumumkan penghasilan pada kuartal ketiga, yakni merugi 397 juta Dolar, pihak perusahaan mengumumkan bahwa akan berkonsentrasi pada piranti low-tier (tingkat rendah), juga pada piranti mid-to-high-tier yang berbasis Windows Mobile dan Google Android pada tahun 2009. Motorola berharap telah memiliki Android phone pada akhir tahun depan (awa).
Indonesia kapan ya bisa mengalahkan vendor asing, minimal di negeri sendiri ? ? ?
Ganbarre yo para engineer telekomunikasi Indonesia. Ini bukti kita dapat mengalahkan Vendor Amerika ataupun Eropa jika kita berusaha!
Sumber: http://fiercewireless.com
Ayo semangat !!!
berjuang !!!
Comment by Iwan BK — November 20, 2008 @ 11:31 am