Andjaswahyu’s Weblog

July 5, 2008

Masih Perlu Belajar Mengatur Waktu

Filed under: Good Attitude, My Opinion — Andjas @ 11:55 am

Sial, karena banyak kerjaan, keperluan, urusan, dst, aku jadi gak produktif posting blog.

Harusnya itu bukan menjadi alasan!

Dan, hal ini menandakan aku masih harus belajar mengatur waktu, memperbaiki jadwal, dan perencanaan kegiatan sehari-hari. Bila pengaturan waktuku sudah bagus, tentunya, aku masih sempat bikin postingan blog atau melakukan kegiantan yg lain yang produktif.

Belajar!

Belajar!

Belajar!

Belajar dari sejak lahir hingga ke liang lahat!

Karena, belajar adalah kodrat manusia dari lahir hingga wafat!

June 19, 2008

EURO Live Pattern

Filed under: Good Attitude, Tips n Trick — Andjas @ 9:56 am

Lately, my live pattern have been miserably chaotic. It’s EURO time. It isn’t normal live pattern. But, nevertheless, I have to live it. I’m a football mania, there is no reason for me not watching every single game of Euro.

So, let me show you my EURO Live Pattern!

09.00-17.00

Internship @ PAU

17.00-18.30

Take shower, have 5′clock tea, watching TV

18.30-21.00

Take “nap”

21.00-01.45

Dinner, watching film, write blog

01.45-04.00

This is main menu of my day:

Watching EURO and have supper

04.00-04.30

Sholat Subuh

04.30-08.00

Tidur “malam”

08.00-09.00

Wake up, feeding my fish and turtle, take shower, go to PAU

Although, it is not strictly like that. You know, it is just the big picture! :D

June 16, 2008

Sesekali, Kita Perlu Marah!

Filed under: Good Attitude, My Opinion — Andjas @ 7:34 am

Cerita ini bermula lebih dari sebulan yang lalu. Ketika itu, Mr.X (sebut saja begitu) meminjam beberapa DVD dan berjanji hanya sebentar meminjamnya. Lewat beberapa lama, DVD itu belum dikembalikan. Jengkel juga….. Tapi karena ada UAS, jengkelnya disingkirin dulu, mikirin UAS dan tugas-tugas yang berjibun banyaknya :D.

Setelah UAS, DVD belum balik-balik padahal aku juga perlu. Aku kirimi sms yang meminta DVD itu. Sms balasan, Mr.X mau balikin ke kos malam ini. Tak tunggu-tunggu, gak nongol-nongol. Paginya, sms darinya berisi bahwa DVD itu masih di Mr.Y (temenq jg), jadi dia belum bisa ngembaliin.

Reaksi pertamaku adalah, so what! Kalo janji ngembaliin, ya kembaliin dunk, aku tak ada urusan dengan Mr.Y.

Tak pikir-pikir, ini orangnya kog damai-damai sahaja, kaya gak punya beban ngembalikan. Selain itu, aku kog kayanya gak dihargai, batalin janji seenaknya.

Akhirnya, aku kirim sms ULTIMATUM. Isi SMS-nya singkat, jelas, dan padat dengan nada orang marah.

“Pokoknya gw gak mau tahu, DVD itu harus balik besok malam!”

Padahal dalam hati, aku masih ketawa-ketawa…. Hehehehe…. :D

Selain itu, aku Cuma pengen liat keseriusan mereka ngembaliin tuh DVD….. :D

Hasilnya, Mr.X dan Mr.Y kelimpungan mengira aku bener-bener marah. Maklum, aku jarang marah. Malamnya, Mr.Y dateng ke kos ngembaliin itu DVD. Saat datang ke kos, Mr.X sebagai peminjam pertama, terus menelpon Mr.Y untuk mengecek apakah DVD itu telah dikembaliin. Karena Mr.Y usil, telp itu tidak dianggkat. Sampai, akhirnya puluhan kali, baru deh telp itu diangkat…..

Tampaknya, Mr.X bener-bener takut aku marah!

Hehehhehehe :D

Dari kejadian itu, aku melihat bahwa sesekali kita perlu marah atau menampilkan ekspresi marah agar dianggap serius dan tidak disepelekan. Karena, orang yang tidak pernah marah akan cenderung dipinggirkan kepentingannya. Ekspresi seperti, “ahh, dia mah ntar-ntar aja, toh dia gak akan marah!”, tentu sering kita dengar. Ekspresi itu adalah bukti nyata terpinggirkannya/disepelekannya kepentingan orang yang tidak pernah marah.

Jadi, sesekali, kita perlu marah! Agar Anda dianggap SERIUS orang lain.

NB: buat Mr.X dan Mr.Y, PEACE….

I’m not mad to you at all!

May 27, 2008

Menteri Aja Mencatat: Salut to Menteri Sosial!

Filed under: Good Attitude — Andjas @ 7:09 pm

Ada yang menarik dari bincang-bincang masalah BLT (Bantuan Langsung Tunai) di Metro TV tadi malam. Acara itu menghadirkan Bachtiar Chamsah (Menteri Sosial), Ketum Persatuan Kades dan Perangkat Desa (Parade) Nusantara, Wakil dari Bappenas, dan Arya Bima (aggota DPR-RI, FPDIP). Masalah yang dibicarakan adalah seputar BLT, mulai dari efektivitas, masalah BLT, dan solusi perbaikan BLT. Tapi, hal yang menarik bukan hanya pembicaraan itu melainkan apa yang dilakukan para pembicara pada acara itu.

Dari keempat pembicara itu, hanya MenSos Bachtiar Chamsah yang dengan rajin mencatat isi pembicaraan itu dan kritik BLT dari sebagian pendengar. Ketiga pembicara yang lain berbicara dengan asik dan penuh semangat tanpa menyadari bahwa manusia itu memiliki sifat pelupa.

Mencatat bukan hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Namun, sebagai suatu referensi dan catatan untuk dipelajari kemudian dan pengingat dikala lupa. Mencatat, secara tidak langsung, mencerminkan kepribadian dan kepekaan orang tersebut. Pribadi yang perhatian dan peka akan mencatat persoalan yang ada atau suatu hal yang dirasa penting.

Mencatat membutuhkan semangat yang terus menyala dan konsistensi karena godaan untuk hanya bersantai atau sekedar ngomong itu sangat besar.

Hanya sedikit dari tokoh dan pejabat bangsa ini yang memiliki kebiasaan mencatat. Para pejabat sering mengandalkan ajudan untuk menangani masalah pencataatan. Apalagi bila Anda adalah seorang menteri. Tentunya, Anda akan malas untuk melakukan kebiasan mencatat.

Saya saja, yang seorang mahasiswa, masih sering bermalasan untuk mencatat isi kuliah yang penting dan tidak terdapat pada buku kuliah. Seringnya, memfotokopi catatan teman :D! Padahal, Saya masih sangat muda bila dibandingkan dengan Pak MenSos.

Jadi……

SAYA ANGKAT TOPI DAN SALUT KEPADA MENSOS BACHTIAR CHAMSAH!

ANDA PATUT DICONTOH OLEH SAYA, PARA PEJABAT, PARA TOKOH, DAN SEGENAP BANGSA!

Blog at WordPress.com.