Andjaswahyu’s Weblog

June 19, 2008

Bagaimana Menunjukkan Proses Monte Carlo Pada Simulasi Performa Komunikasi Wireless (BER Vs Eb/E0) Kanal Fading Rayleigh

Filed under: Telecommunication Engineering, Tips n Trick — Andjas @ 6:13 am

Pertama, aku ingin menginformasikan bahwa ini adalah postingan blog dengan judul terpanjang yang pernah aku buat.

Fiuuuuuuuw….

Postingan ini diperlukan bagi pembaca yang sedang atau akan mensimulasikan performa komunikasi wireless (grafik BER Vs Eb/E0) untuk kanal AWGN dan fading Rayleigh dan ingin menunjukkan titik-titik dimana proses Monte Carlo dilakukan. Terutama, pembaca yang sedang mengambil Mata Kuliah Sistem Komunikasi Seluler (Siskomsel). Tugasnya Pak Adit euy.

Skrip matlab simulasi kanal fading Rayleigh (tanpa menunjukkan proses Monte Carlo) telah banyak diketahui. Bagi yang belum tahu ini dia skripnya untuk Monte Carlo 5x:

(parameter2 dapat diubah sesui kebutuhan):

%===========================================================================

function BER = fadingku(N) %N=jumlah/banyak data yang dikirimkan

clf; %Generate data

EbNo=linspace(0,25,6); %Generate nilai Eb/No yang diinginkan

N=10000;

for i=1:length(EbNo)

BER(i)=0;

for j=1:5

b=randn(1,N); % Pembangkitan data secara random

b=sign(b);

f=fading(N,30,0.0001); % kanal fading dengan Fd=30Hz dan T=0.0001

f=abs(f’);

n=randn(1,N)./(10^(EbNo(i)/20)); % Pembangkitan Noise dengan nilai Eb/No

r=(b.*f)+n; %data yang diterima

r=sign(r);

BER(i)=BER(i)+(sum(abs(b-r))/2); % menghitung jumlah bit yang error

end

BER(i)=BER(i)/5/N; % BER= jumlah Error rata-rata/jml Bit yang dikirim

end

semilogy(EbNo,BER,’rp’); % menampilkan hasil dengan skala semilogaritmik

hold on;

%Memplot kurve BER vs SNR untuk noise AWGN

t=linspace(0,10,1000);

ebn0 = 10.^[t/10];

Pe=1/2.*erfc(sqrt(ebn0));

%Rumus probability of error (Pe) unt sinyal antipodal

% Referensi :Proakis,”Digital Comm. 2nd,ed.”" p.246

semilogy(t,Pe,’blue’);

grid on;

%Memplot kurve BER vs SNR untuk rayleigh fading

t=linspace(0,25,1000);

ebn0 = 10.^[t./10];

Pe = 0.5.*(1-sqrt(ebn0./(1+ebn0)));

%Rumus probability of error (Pe) unt sinyal antipodal

% Referensi :Proakis,”Digital Comm. 2nd,ed.”" p.774

semilogy(t,Pe,’k');

title(’BER vs Eb/No untuk Kanal Fading Rayleigh’);

xlabel(’Eb/No(dB)’);

ylabel(’Bit Error Rate, BER’);

disp(’- Kurva biru menunjukkan nilai teoretis untuk kanal AWGN’);

disp(’- Kurva hitam menunjukkan nilai teoretis untuk Kanal fading’);

disp(’- Kurva dengan tanda pentagram merah menunjukkan hasil simulasi’);

%===========================================================================

Karena kita ingin menunjukkan titik dimana proses Monte Carlo dilakukan, maka ada bagian yang harus diubah, yakni:

BER(i)=BER(i)+(sum(abs(b-r))/2); ……………… (1)

==> mengakumulasikan data/bit yang salah pada tiap titik (belum merupakan BER yang sesungguhnya) untuk tiap proses Monte Carlo sebanyak 5x, lalu….

BER(i)=BER(i)/5/N; ……………………………………………………………… (2)

Akumulasi data/bit yang salah di atas dirata2kan(dibagi 5), baru dihitung BER-nya (dibagi dengan jumlah data yang dikirimkan).

Idenya Sederhana

Kita harus menghitung nilai BER untuk Eb/E0 tertentu pada tiap proses Monte Carlo-nya. Semisal, nilai tersebut ditampung pada variabel “BER_tiap_montecarlo”. Lalu, plot BER_tiap_montecarlo sesuai dengan nilai Eb/E0-nya. Tapi, kita juga harus tetap menghitung akumulasi variabel BER_tiap_montecarlo untuk nantinya mendapatkan nilai rata-ratanya.

Sederhana bukan!

Realisasi

Tambahkan baris-baris berikut menggantikan kedua baris di atas (1 dan 2):

(1)BER_tiap_montecarlo(i)=(sum(abs(b-r))/2)/N;

% BER untuk tiap titik pada Eb/No tertentu

BER(i)=BER(i)+BER_tiap_montecarlo(i); % BER komulatif pada Eb/No tertentu

semilogy(EbNo(i),BER_tiap_montecarlo(i),’bp’);

% Menampilkan BER tiap Montecarlo sesuai nilai Eb/No-nya

hold on;

(2) BER(i)=BER(i)/5;

Simple isn’t it!

Feel free to ask!

Berikut hasil simulasinya:

June 17, 2008

Mengurangi 1/2 kg Berat Badan Dalam 5 Menit

Filed under: Tips n Trick — Andjas @ 6:42 am

Ini bukan sulap bukan sihir.
Sudah dibuktikan oleh Ki Djoko Pinter!
Ini juga asli, bukan bohongan.
Sudah dibuktikan oleh ahli telematika Bung Roy Cokro!
Apa hubungan ahli telematika dengan berat badan ya…..???
Maklum, orang cupu ingin tampil!

Caranya mudah, sederhana, tanpa berkeringat, tidak mahal (malah dapat “bayaran”), dan yang paling penting tidak memakai bahan yang berbahaya bagi tubuh atau lingkungan.
Tempatnya didepan Stadion Siliwangi, Bandung. Ditempat ini, Anda tinggal duduk manis. Tanpa Anda sadari, berat badan akan berkurang 0,5-0.75 kilogram hanya dalam 5-10 menit.
WOW…. POKOKNYA….AMAZING!

Penasaran….!!!
Coba tebak cara apa yang dipakai!

Bila, tebakan Anda benar, Saya mengakui Anda sebagai orang Cerdas, Berwawasan luas, dan Mengenal kota Bandung.

How To Make A Cup of Good Tea

Filed under: Tips n Trick — Andjas @ 3:17 am

What are you need?

First, you need a good water. Characteristics of good water are doesn’t smell or taste any chemical thing. For this reason, PDAM water is not an option. It’s smell and taste of kaporit (CaCl2).

Second, of course, you need good tea. A tester of tea plantation ever told me about some characteristic of good tea. Those are; the color of the tea water that’s produced is dark red brick (batu bata) like. When we drink it, the taste is bitter in the beginning, but become sweet after awhile. Red black tea water and bitter taste for all time, sariwangi for example, is sign of low quality tea.

What are you have to do?

  1. Prepare a tea bag into the cup.
  2. Heat the water until it’s boiling, not just become hot.
  3. Then, pour gently the boiled water to the cup.
  4. Close the top of cup to preserve the smell and taste. It’s also useful to maintain the water temperature. This will bring out (maximally) the tea taste.
  5. After 2-3 minutes, open and take out the tea bag.
  6. Now, your tea is ready to drink. You can add sugar, cream, or milk.

Enjoy! :D

June 16, 2008

Sesekali, Kita Perlu Marah!

Filed under: Good Attitude, My Opinion — Andjas @ 7:34 am

Cerita ini bermula lebih dari sebulan yang lalu. Ketika itu, Mr.X (sebut saja begitu) meminjam beberapa DVD dan berjanji hanya sebentar meminjamnya. Lewat beberapa lama, DVD itu belum dikembalikan. Jengkel juga….. Tapi karena ada UAS, jengkelnya disingkirin dulu, mikirin UAS dan tugas-tugas yang berjibun banyaknya :D.

Setelah UAS, DVD belum balik-balik padahal aku juga perlu. Aku kirimi sms yang meminta DVD itu. Sms balasan, Mr.X mau balikin ke kos malam ini. Tak tunggu-tunggu, gak nongol-nongol. Paginya, sms darinya berisi bahwa DVD itu masih di Mr.Y (temenq jg), jadi dia belum bisa ngembaliin.

Reaksi pertamaku adalah, so what! Kalo janji ngembaliin, ya kembaliin dunk, aku tak ada urusan dengan Mr.Y.

Tak pikir-pikir, ini orangnya kog damai-damai sahaja, kaya gak punya beban ngembalikan. Selain itu, aku kog kayanya gak dihargai, batalin janji seenaknya.

Akhirnya, aku kirim sms ULTIMATUM. Isi SMS-nya singkat, jelas, dan padat dengan nada orang marah.

“Pokoknya gw gak mau tahu, DVD itu harus balik besok malam!”

Padahal dalam hati, aku masih ketawa-ketawa…. Hehehehe…. :D

Selain itu, aku Cuma pengen liat keseriusan mereka ngembaliin tuh DVD….. :D

Hasilnya, Mr.X dan Mr.Y kelimpungan mengira aku bener-bener marah. Maklum, aku jarang marah. Malamnya, Mr.Y dateng ke kos ngembaliin itu DVD. Saat datang ke kos, Mr.X sebagai peminjam pertama, terus menelpon Mr.Y untuk mengecek apakah DVD itu telah dikembaliin. Karena Mr.Y usil, telp itu tidak dianggkat. Sampai, akhirnya puluhan kali, baru deh telp itu diangkat…..

Tampaknya, Mr.X bener-bener takut aku marah!

Hehehhehehe :D

Dari kejadian itu, aku melihat bahwa sesekali kita perlu marah atau menampilkan ekspresi marah agar dianggap serius dan tidak disepelekan. Karena, orang yang tidak pernah marah akan cenderung dipinggirkan kepentingannya. Ekspresi seperti, “ahh, dia mah ntar-ntar aja, toh dia gak akan marah!”, tentu sering kita dengar. Ekspresi itu adalah bukti nyata terpinggirkannya/disepelekannya kepentingan orang yang tidak pernah marah.

Jadi, sesekali, kita perlu marah! Agar Anda dianggap SERIUS orang lain.

NB: buat Mr.X dan Mr.Y, PEACE….

I’m not mad to you at all!

June 8, 2008

MIMO dan Diversitas Komunikasi Wireless

Filed under: Telecommunication Engineering — Andjas @ 1:16 pm

MIMO merupakan kepanjangan dari Multiple Input, Multiple Output. Istilah ini juga dipakai pada bidang kontrol dengan garis besar definisi yang sama. Sesuai kepanjangannya, definisi umum MIMO adalah sistem dengan banyak input dan banyak output.

Dalam bidang komunikasi wireless/radio, MIMO menggunakan multipel antena pada transmitter (Tx) dan receiver (Rx) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. MIMO merupakan salah satu bentuk dari Smart Antenna (SA) dan merupakan seni dari teknologi SA[1]. Berikut adalah ilustrasi jenis skema input-output antena pada komunikasi wireless [1]:

Berikut adalah ilustrasi sejarah perkembangan skema input-output antena pada komunikasi wireless [1]:

Teknologi MIMO menarik perhatian riset internasional karena secara signifikan mampu meningkatkan troughput data dan range (jangkauan) komunikasi tanpa bandwidht frekuensi dan daya pancar tambahan. Peningkatan itu dicapai dengan efisiensi spektral yang lebih tinggi (bits/detik/Hz) dan reliabilitas link dengan diversitas. Kenaikan diversitas tersebut mengurangi efek fading kanal.

Penelitian yang banyak mempengaruhi teknologi MIMO adalah paper dari Siavash M. Alamouti, ” A Simple Transmit Diversity Technique for Wireless Communications”. Paper ini menawarkan skema diversitas dengan transmiter dua-cabang yang sederhana. Paper ini membuktikan bahwa:
1. Besar diversitas dua antena transmit dan satu antena receive sama dengan Maksimal-Ratio Receiver Combining (MRRC) dengan satu antena transmit dan dua antena receive.

2. Skema di atas dapat digeneralisasi untuk dua antena trasmit dan M antena receive menghasilkan diversitas sebesar 2M.

Skema di atas tidak membutuhkan tambahan bandwidth dan kompleksitas komputasinya serupa (similar) dengan MRRC [2].

Dalam paper ini juga, Alamouti menemukan apa yang disebut Space-Time Block Code (STBC). STBC ini juga sering disebut “Alamouti’s Code”. Alamouti’s Code merupakan bentuk sederhana STBC, yakni dengan matriknya berukuran 2×2 [2].

Tarokh Vahid lalu membuktikan generalisasi STBC untuk matrik berukuran lebih dari 2×2 [3, 4].

Alamouti bersama Tarokh [5] mematenkan penemuan mereka di atas dengan paten United States Patent No. 6,185,258 (filed in 1997).

Sebagai catatan, IEEE Communication Society mengakui Alamouti sebagai autor dari 57 paper terbaik sepanjang 50 tahun badan ini [1].

Referensi
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/MIMO
[2] S.M. Alamouti, Simple Transmit Diversity Technique for Wireless Communication, IEEE Journal on Select Areas in Communications, Vol.16, pp. 1451-1458, Okt. 1998.
[3] Communication, 2. V. Tarokh, H. Jafarkhani, R.A. Calderbank, Space-Time Block Coding for
Wireless Communications: Performance Results, IEEE Journal on Select Areas in Communication, Vol.17, pp. 451-460, March 1999.
[4] V. Tarokh, H. Jafarkhani, R.A. Calderbank, Space-Time Block Coding for Wireless Communications: Performance Results, IEEE Journal on Select Areas in Communication, Vol.17, pp. 451-460, March 1999.
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/

Space%E2%80%93time_block_code#Alamouti.27s_code

June 5, 2008

UML Antenna Design Process

Filed under: Telecommunication Engineering — Andjas @ 12:22 pm

Tugas akhir (TA) yang dilakukan adalah mendesain antena. Oleh karena itu, tugas UML yang dikerjakan adalah proses pelaksanaan TA itu sendiri. Bukan, deskripsi tentang TA-nya.
Aktor yang berperan adalah mahasiswa dan pembimbing (dosen). Aktor mahasiswa memiliki use case sebagai beriku:
1. Mencari Topik TA
2. Melakukan studi literatur
3. Membuat proposal
4. Melakukan simulasi
5. Membuat antena
6. Mengukur karakteristik antena
7. Menulis laporan akhir
Aktor pembimbing memiliki satu case yang nantinya berhubungan dengan case-case di atas, yakni case membimbing.
Case-case aktor mahasiswa di atas dilakukan secara berurutan. Case dieksekusi secara berurutan. Case di bawahnya baru dilakukan setelah case di atasnya telah selesai dilakukan. Dan tiap tahap case ini, pembimbing melakukan case membimbing.Use Case Diagram

Comment, saran, dan kritik ditunggu lho!

June 3, 2008

UML Library Systems

Filed under: Telecommunication Engineering — Andjas @ 8:57 pm

Penjelasan Singkat Library System :

Lib Member harus melakukan ontentifikasi sebelum dapat melakukan pinjaman, melihat catalog (books DB), memperpanjang, reservasi buku untuk dipinjam. Lib Member yang belum tercatat namanya dalam database tidak boleh masuk ke dalam sistem sebelum melakukan otentifikasi.
Sebelum memproses permintaan member, Lib Service melihat status member (OK atau Banned). Bila OK, Lib Service akan memproses permintaan member seperti peminjaman, reservasi buku, atau memperpanjang pinjaman. Tapi, bila Banned, Lib Service tidak akan memprosesnya.
Sebelum meminjam, OK Member (member yang tidak bermasalah) mengecek ketersediaan buku terlebih dahulu. Bila tersedia buku, Lib Service langsung memproses pinjaman. Tapi bila tidak tersedia, peminjam dapat melihat ketersediaan buku lainnya ataupun memesan buku untuk dipinjam.
Saat batas waktu pinjaman, member dapat memilih mengembalikan buku atau memperpanjang. Pengembalian buku langsung diproses oleh Lib Service. Tapi untuk kasus memperpanjang pinjaman, Lib Service harus mengecek Reservation List terlebih dahulu. Bila buku tersebut ada dalam Resertation List, buku diproses untuk dikembalikan, bila tidak maka member dapat memperpanjang pinjaman.

UML ini memiliki 5 diagram pokok yang digunakan dalam UML untuk mendeskripsikan suatu sistem, antara lain:

1. USE CASE DIAGRAM

LibSys ini memiliki 4 aktor yakni:

  1. Lib Member : anggota perpustakaan sebagai user
  2. Lib Service : Seksi perpustakaan yang berhubungan dengan Lib Member (semacam front office perpus)
  3. Librarian : Seksi perpustakaan yang mengatur data base buku, katalog (yg berhubungan dengan buku)
  4. DBServer : Mesin server yang menyimpan dan mengatur data base buku dan anggota perpus.

Berikut merupakan skema Use Case Diagramnya:

2. Class Diagram

LibSys Class Diagram

3. Sequence Diagram

  • Sequence Diagram for Registration

LibSys Sequence Diagram for Registration

  • Sequence Chart for Borrow, Extend Loan, and Return Books

LibSys Sequence Diagram for Borrow, Extend Loan, and Return Books

  • Sequence Diagram for Reserve Books

LibSys Sequence Diagram for Reserve Books

May 28, 2008

Ten Risks of PKI, What You Are Not Being Told About PKI

Filed under: My Opinion — Andjas @ 7:51 am

Jangan berpikiran aneh-aneh dulu. Ini PKI bukan Partai Komunis Indonesia. PKI yang itu udah basi. PKI yang ini adalah Public Key Infrastructure (PKI). PKI ini berhubungan dengan security keamanan sistem informasi.

Judul di atas merupakan paper yang lagi saya cari dalam mengerjakan Tugas Kuliah Keamanan Sistem Informasi. Penulisnya Carl Ellison and Bruce Schneier, “Ten Risks of PKI, What You Are Not Being Told About PKI”, Computer Security Journal, Vol. XVI, No. 1, 2000.

Namun, sialnya, paper itu belum bisa ditemukan.

Jadi bila ada teman-teman yang menemukan paper itu dapat kiranya menghubungi saya. :D

May 27, 2008

Menteri Aja Mencatat: Salut to Menteri Sosial!

Filed under: Good Attitude — Andjas @ 7:09 pm

Ada yang menarik dari bincang-bincang masalah BLT (Bantuan Langsung Tunai) di Metro TV tadi malam. Acara itu menghadirkan Bachtiar Chamsah (Menteri Sosial), Ketum Persatuan Kades dan Perangkat Desa (Parade) Nusantara, Wakil dari Bappenas, dan Arya Bima (aggota DPR-RI, FPDIP). Masalah yang dibicarakan adalah seputar BLT, mulai dari efektivitas, masalah BLT, dan solusi perbaikan BLT. Tapi, hal yang menarik bukan hanya pembicaraan itu melainkan apa yang dilakukan para pembicara pada acara itu.

Dari keempat pembicara itu, hanya MenSos Bachtiar Chamsah yang dengan rajin mencatat isi pembicaraan itu dan kritik BLT dari sebagian pendengar. Ketiga pembicara yang lain berbicara dengan asik dan penuh semangat tanpa menyadari bahwa manusia itu memiliki sifat pelupa.

Mencatat bukan hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Namun, sebagai suatu referensi dan catatan untuk dipelajari kemudian dan pengingat dikala lupa. Mencatat, secara tidak langsung, mencerminkan kepribadian dan kepekaan orang tersebut. Pribadi yang perhatian dan peka akan mencatat persoalan yang ada atau suatu hal yang dirasa penting.

Mencatat membutuhkan semangat yang terus menyala dan konsistensi karena godaan untuk hanya bersantai atau sekedar ngomong itu sangat besar.

Hanya sedikit dari tokoh dan pejabat bangsa ini yang memiliki kebiasaan mencatat. Para pejabat sering mengandalkan ajudan untuk menangani masalah pencataatan. Apalagi bila Anda adalah seorang menteri. Tentunya, Anda akan malas untuk melakukan kebiasan mencatat.

Saya saja, yang seorang mahasiswa, masih sering bermalasan untuk mencatat isi kuliah yang penting dan tidak terdapat pada buku kuliah. Seringnya, memfotokopi catatan teman :D! Padahal, Saya masih sangat muda bila dibandingkan dengan Pak MenSos.

Jadi……

SAYA ANGKAT TOPI DAN SALUT KEPADA MENSOS BACHTIAR CHAMSAH!

ANDA PATUT DICONTOH OLEH SAYA, PARA PEJABAT, PARA TOKOH, DAN SEGENAP BANGSA!

April 30, 2008

Cagar Budaya Observatorium Bosscha

Filed under: Bosscha Observatorium — Andjas @ 3:18 am

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.