Berkas2 dan Item2 Untuk Pelaporan di HR-Area Bagi Pegawai Baru Telkom

Karena teman2 banyak yg bertanya mengenai apa saja yang harus di bawa ketika lapor ke HR-Area & Yakes, maka saya ingin sharing pengalaman lapor kemarin.

 

Berkas2 dan item yang diminta dari saya adalah sbb:
– SK penempatan
– Fotokopi ijazah SD-S2 (atau sampai S1)
– Fotokopi KTP
– Fotokopi akte kelahiran
– Fotokopi buku tabungan (aku lupa bawa, jd cm tak kasih nomor rekening saja)
– Pas foto diri sendiri (bukan pas foto orang lain) ukuran 3×4 (kl info dr slide) atau ukuran 4×6 kl melihat field foto di form u/ Yakes.

Tambahan bagi yg telah menikah:
– Buku Nikah
– Kartu Keluarga/KK (kl sudah punya KK)
– Foto istri ukuran 3×4 (kl info dr slide) atau ukuran 4×6 kl melihat field foto di form u/ Yakes. Foto ini u/ kartu Yakes.
– Foto anak (jika sudah punya). Atau fotokopi dan akte asli jg dibawa aja sekalian.

Keterangan:
– Persyaratan foto tidak terlalu rigid/kaku dr sisi ukuran (3×4 atau 4×6), background, dsb. Tapi kl bisa berwarna.

 

Semoga membantu,
AWA

| Tags: , | 2 Comments

Pathetic….. Menyedihkan…..

ScreenClip2

Alasan Untuk Tidak Mengambil PhD/S3?

Lulusan PhD atau S3 tentunya akan mendapatkan gelar Dr. (baca: doktor) atau gelar PhD. Dan, Anda akan dipanggil dengan sebutan Doktor Xyz. Doktor… dokter… is pretty much sound same rights! Dengan menjamurnya pendidikan dokter akhir2 di Indonesia, gelar tersebut sepertinya mulai kehilangan geregetnya.

Dalam hal panggilan, S2 jauh lebih mantap terdengar, contohnya: Master Xyz

Panggilan ini tentunya mirip2 dan mensejajarkan Anda dengan panggilan tokoh yang sangat terkenal seperti Master Yoda dan Master Obi Wan Kenobi dari film Star Wars.

Doctor

VS

Looks How Amazing & Cool Master Yoda Is

Coba bandingkan image seorang doktor/dokter dengan image Master Yoda di atas… Jauh lebih keren panggilan “Master” bukan?

Categories: Just for Fun | 5 Comments

Apakah Janin Sudah Memiliki Perasaan?

Is fetus has a feeling?

Kemarin, istri lapor kalau dede (janin di perutnya) tendang-tendang, sundul-sundul, dan pukul-pukul kaya orang main bola pas aku pergi untuk main futsal?

Beberapa hari yang lalu, ketika istri berencana beli degan. Namun, karena tumpukannya tidak terlalu tinggi (arti: stoknya sedikit), sehingga berniat membatalkan. Setelah melewati penjualnya, si dede tiba2 tendang-tendang, pukul-pukul, sundul-sundul, seperti anak yang kayal2 minta sesuatu. Akhirnya, istri putar balik untuk beli degan.

Aku tidak tahu apakah secara medis memang telah memahami lingkungan dan memiliki perasaan, tapi saya percaya bahwa hal itu memang benar berdasarkan hal2 di atas dan kejadian yang lain.

How To Add Samsung Galaxy SDK Add-on and Samsung Galaxy Emulator Into Eclipse

Here was the problem, despite Samsung Galaxy is the largest Android based device, Eclipse by the default did not included it as option on his emulator in AVD Manager. Hence, I could not add this device as emulator device. The problem is that Samsung SDK is not available as default SDK Add-on in Eclipse. Here you could see the snapshot of Eclipse’s SDK Manager. As you can see, Samsung Galaxy is nowhere to be found.

After some googling, some suggest to add Samsung Galaxy’s SDK repository address manually. Open “User Defined Sites” tab, then, click “new” and paste address “http://innovator.samsungmobile.com/android/repository/repository.xml” as shown in the figure.
However, SDK Manager seems could not parse let alone to be parsed. See snapshot below.
I don’t know what the problem is, but looks like the process stop in fetching.
So, again I googled another way to do it.
It was in one of Samsung Developer’s web page (http://developer.samsung.com/android/tools-sdks/Samsung-GALAXY-Tab-Emulator)
As instructed, I download the file, extract, and copy into Android SDK Add-on directory. In case of my PC (Win7), the directory is C:\Program Files (x86)\Android\android-sdk\add-ons\
And voila, Samsung Galaxy SDK and Emulator is available.
Hope this help whoever is needed.
I welcome for any critics or comments.
| Tags: , , , , , , | 12 Comments

Brainstorming Board: A Lesson From Lamborghini Aventador

I just watch one National Geographic programs, Supercars which is present Lamborghini “Aventador”. This car looks marvelous.

And there is a lesson from Aventador design process, which is BRAINSTORMING BOARD. So, designers put any inspiration of design for Aventador design from many thing in daily life, such as: nature, sports, technology, life style, elements integrate-able to the design, into a board. In that way, brainstorming board provides many design options.

Source:

Supercar: Lamborghini Aventador, National Geographic

 

| Tags: , , | 1 Comment

Wisuda Oktober ITB di Gazibu

Ada berita menghebohkan, Wisuda Oktober ITB tahun ini akan dilaksanakan di Gazibu….woooo…..
Apa ITB lebih menyewakan Sabuga ke orang lain daripada dipakai untuk Wisuda mahasiswanya sendiri….. ????

Why sooo serious….😉

Categories: Just for Fun | Leave a comment

Iklan TCM Tong Fang, dkk VS Iklan Shampo

Beberapa saat lalu, masyarakat Indonesia ramai dengan pemberitaan iklan TCM Tong Fang, Chang Ciang, dkk yang diangggap tidak/kurang memenuhi kaidah periklanan yang sehat. Salah satu permasalahannya adalah tentang testimoni pasiennya yang dianggap tidak masuk akal. Ujungnya, kemungkinan besar, testimoni tersebut tidak lah benar adanya, atau singkatnya ada indikasi penipuan konsumen.

Namun, kenapa iklan yg dipermasalahkan (terutama oleh kalangan praktisi medis, dokter, IDI, dll) hanya TCM Tong Fang, dkk. Hemat penulis, iklan dengan gimmick2 dan testimoni2 sangat melimpah di Indonesia. Salah satu adalah iklan shampo. Iklan shampo menampilkan bujukan dan testimoni (biasanya selebritis) efek shampo tersebut yang membuat rambut sehat, hitam, berkilau, tidak kusut, mudah disisir, dan sebagainya. Tetapi, pengalaman saya memakai beberapa shampo merek tertentu, hasil yang saya dapat jauh dari iklan2nya. Rambut saya masih biasa2 saja, masih sama seperti sebelumnya. Alih2 berwarna hitam dan indah ketika dikibas2kan, rambut saya malah masih agak  kecoklatan, tidak berkilau, kadang kusut juga.

So, kenapa iklan shampo tidak pernah dipermasalahkan?

Padahal, iklan shampo memiliki indikasi pembohongan yang sama. Dimana IDI dan KPI?

Apakah Indonesia Butuh KA Super Cepat???

Shinkansen Seri 700 Hikari milik Rail Star di Stasiun Hakata, Fukuoka

Beberapa hari ini, media massa memberitakan mengenai rencana pemerintah membangun infrastruktur KA super cepat sekelas shinkansen milik Jepang. Pertanyaan terbesar bagi saya adalah APAKAH KITA BUTUH?

Pertama, kita lihat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan (ini juga sering digembor2kan pemerintah). Selain itu, masih banyak daerah2 pedalaman yg belum memiliki akses transporatasi memadai, terutama di luar Jawa. Jadi, menurut hemat saya, pembangunan infrastruktur seharusnya dititikberatkan pada pelayaran dan penerbangan perintis. Like or not, pemimpin Indonesia terdahulu (Soeharto dan Habibie) lebih bisa menerawang jauh dan membuat perencanaan, i.e. IPTN (PT.DI) dan PT. PAL. Selain itu, pembangunan infrastruktur berbiaya besar hanya melulu di pulau Jawa akan menyebabkan kecemburuan rakyat luar Jawa dan berlawanan dgn semangat desentralisasi.

Kedua, KA cepat Shinkansen di Jepang ternyata kurang diminati konsumen. Ada dua (2) alasan utama. Waktu tempuh yg relatif lebih lama dibandingkan pesawat terbang. Sebagai perbangdingan, Fukuoka-Tokyo yg berjarak kira2 1069 km memakan waktu sekitar 5 jam menggunakan salah satu Shikansen tercepat Nozomi Seri N700. Bila menggunakan pesawat udara, hanya dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam. Alasan kedua adalah harga. Harga tiket Shinkansen N700 untuk rute di atas kira2 22.000 yen (2,464 jt rupiah, @112 rupiah/yen) sekali jalan. Harga tiket pesawat penerbangan murah Skymark berkisar 6.000~17.000 yen (0.672~1.904 jt rupiah).

Ketiga, biaya mahal yg harus dikeluarkan untuk membangun infrastruktur rel menurut saya tidak sebanding dengan kebutuhan. Pengalaman memakai bus malam BDG-SBY dan sebaliknya menyiratkan bahwa infrastruktur jalan Pantura masih banyak kekurangan. Lebih2 bila melihat kondisi jalan utama di luar Jawa, semisal: trans sumatra, trans kalimantan, trans sulawesi, dst). Lebih baik alokasi biayanya dipakai u/ mempercepat perbaikan jalur pantura dan program double track KA jalur utara/selatan.

Keempat, Jepang memiliki kepentingan u/ menjual teknologi KA super cepat ini karena di Jepang sendiri sudah mentok/stuck. Intinya, dia membutuhkan pasar u/ teknologi/barangnya. Cina yg seharusnya dapat menjadi pasar telah mengembangkan KA super cepatnya sendiri. Negara2 lain terlihat kurang berminat dan kurang berprospek u/ KA cepat ini. Jadi jgn kaget bila Jepang sangat getol dan bersemangat mengenai program KA ini karena mereka sangat berkepentingan u/ diri mereka sendiri.

Jadi, pemerintah harus berhati2 dan berpikir ulang untuk melaksanakan program KA super cepat ini. Saya pribadi menolak program ini karena alasan2 di atas. Lebih baik anggarannya digunakan u/ pembangunan infrastruktur yg lebih mendesak dan lebih memiliki prioritas.

Shinkansen Seri 800 Tsubame di Stasiun Hakata, Fukuoka

Categories: Japan Experience, My Opinion, Travel | Leave a comment

Trolling LEVEL: SBY

Polemik HUKUM: “Saya menyerahkan kepada proses hukum!”

Polemik Lady GAGA: Memerintahkan Menkopolkam untuk membicarakan hal ini…..

*tepok DENGKUL

Create a free website or blog at WordPress.com.