“Nginep” Tangkuban Perahu

Kamis kemarin (10/7/08) sore, aku akhirnya melakukan hobi yang selama 4.5 tahun terakhir tidak sempat. Nginep di gunung a.k.a. mendaki gunung. Gunung yang diinepin kali ini adalah tangkuban perahau. Nginepnya rame2 bareng temen2 EL04 a.l. : Sastro, Iwa, Dana, Alvan, Anggi kendali, dan Devid.

Berangkat pukul 4.15 dari HME dan nyampe lembang satu jam kemudian. Setelah belanja sedikit keperluan di mini market, langsung naik. Cerita unik acara ini adalah kita sedikit tersasar alias gak ngikutin jalur pendakian yang biasanya. Untung saja ada semacam site relay radio, tempatnya datar.
Memenuhi syarat buat tempat “nginep”, meskipun itu teuteup ditengah belantara. Gak tahu deh gimana kalo ada babi hutan, ular, atau kucing hutan. Kita nginep tanpa tenda, males mendirikan dan kebetulan langit lagi cerah. Bintang-bintang bertaburan, pokoknya indah banget tiduran memandang bintang dilangit.

Lapar itu pasti. Pertama masak air buat kopi dan pop mienya devid. Setelah itu, Sarden pun dikeluarkan. Gw bagian bukain kalengnya dengan pisau lipat, Sastro bagian memasak. Sambil menunggu sarden panas, pop mie devid pun digilir. Hmmmm, it’s best pop mie ever I taste. Setelah itu, gantian, sardenya yang digilir. Roti tawar dikeluarin sebagai teman sarden. Nyammmm, komentar semua orang, makanan terenak yang pernah dinikmatin. Maklum, kita bener2 lapar dan capek, jadi apapun makanan yang terhidang berasa seperti makanan surga. 😀

Pagi harinya, setelah suasananya terang, kita packing ngelanjutin naik. Tak lama setelah itu, keluaran teriakan kebahagiaan…… Puncak woi…puncak….. Yoi…… Yeah….! Ternyata, puncaknya Cuma 10 menit dari camp kita tadi!

Selanjutnya, kita turun ke pinggiran kawah Tangkuban Perahu. Selama perjalanan, narsisnya keluar semua. Foto-foto melulu :D. Sampai dipinggiran kawah, wow gilaaa … It’s very beautiful. Keindahannya gak seperti pemandangan dari tempat biasanya yang dinikmatin wisatawan.

A little while, we stood admire allah creation. And, realize how small we are.

Turun terus mengelilingi kawah sampai tempat parkir, and then heading back to bandung. Maklum hari jumat, kita yang muslim harus mengejar waktu sholat jumat. Di angkot, kita pikirin acara jalan2 lagi. Mau kemana lagi ya… wisata pantai ada: Kepulauan Seribu, Kepulauan Karimun Jawa, atau nginep gunung lag: Sumbing, merbabu, gede…? Sampai bandung kira2 pukul 11 siang. Then, heading to tempat kosan masing2. Ini pengalaman yang bakal tidak terlupakan bagi kami bertujuh.

Advertisements
Categories: Travel | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on ““Nginep” Tangkuban Perahu

  1. Setuju!!!
    Sarden ter-enak yang pernah gua makan..
    Teriakan2 seru Mr. Anggi, Baju Mr. Stress yang tertinggal, Karaokean lagu “kepompong (sindentosca) dan sadis (afgan) oleh Mr. Alvan disertai bunyi ranting2 kayu yang patah terinjak, Sponsor minuman “Jreng” dari Mr. Sastro…
    Pengalaman seru..
    Mantabb!!!
    Kpn nih sekuel keduanya?
    hehehe…

  2. farid

    uihh.. pgn juga, dah lama gak “penekan”
    apalagi “penekan” di gunung,,
    laen kali ajakin dong Om 😀

  3. Andjas

    Ok rid, ntar kalo ada acara jalan2 lo gw ajak deh!

  4. gustiayumeliati

    Waahh..kayanya seru bgt tuh naek gunung hehehe…gw aja blm pernah 😛 tapi kayanya ga bakalan ada kucing hutan deh disono hahaha…

  5. Andjas

    Sayang yu, lo gak ikut!
    Hmmm, baru nyadar kalo baru kali itu naik gunung tanpa ada ceweknya. Sebelum2nya, naik gunungnya bareng sepupu2q. Dan sekarang, mereka dah pada merit semua….
    Gak bisa naik gunung bareng lagi deh….
    😦 😦 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: