Apakah Indonesia Butuh KA Super Cepat???

Shinkansen Seri 700 Hikari milik Rail Star di Stasiun Hakata, Fukuoka

Beberapa hari ini, media massa memberitakan mengenai rencana pemerintah membangun infrastruktur KA super cepat sekelas shinkansen milik Jepang. Pertanyaan terbesar bagi saya adalah APAKAH KITA BUTUH?

Pertama, kita lihat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan (ini juga sering digembor2kan pemerintah). Selain itu, masih banyak daerah2 pedalaman yg belum memiliki akses transporatasi memadai, terutama di luar Jawa. Jadi, menurut hemat saya, pembangunan infrastruktur seharusnya dititikberatkan pada pelayaran dan penerbangan perintis. Like or not, pemimpin Indonesia terdahulu (Soeharto dan Habibie) lebih bisa menerawang jauh dan membuat perencanaan, i.e. IPTN (PT.DI) dan PT. PAL. Selain itu, pembangunan infrastruktur berbiaya besar hanya melulu di pulau Jawa akan menyebabkan kecemburuan rakyat luar Jawa dan berlawanan dgn semangat desentralisasi.

Kedua, KA cepat Shinkansen di Jepang ternyata kurang diminati konsumen. Ada dua (2) alasan utama. Waktu tempuh yg relatif lebih lama dibandingkan pesawat terbang. Sebagai perbangdingan, Fukuoka-Tokyo yg berjarak kira2 1069 km memakan waktu sekitar 5 jam menggunakan salah satu Shikansen tercepat Nozomi Seri N700. Bila menggunakan pesawat udara, hanya dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam. Alasan kedua adalah harga. Harga tiket Shinkansen N700 untuk rute di atas kira2 22.000 yen (2,464 jt rupiah, @112 rupiah/yen) sekali jalan. Harga tiket pesawat penerbangan murah Skymark berkisar 6.000~17.000 yen (0.672~1.904 jt rupiah).

Ketiga, biaya mahal yg harus dikeluarkan untuk membangun infrastruktur rel menurut saya tidak sebanding dengan kebutuhan. Pengalaman memakai bus malam BDG-SBY dan sebaliknya menyiratkan bahwa infrastruktur jalan Pantura masih banyak kekurangan. Lebih2 bila melihat kondisi jalan utama di luar Jawa, semisal: trans sumatra, trans kalimantan, trans sulawesi, dst). Lebih baik alokasi biayanya dipakai u/ mempercepat perbaikan jalur pantura dan program double track KA jalur utara/selatan.

Keempat, Jepang memiliki kepentingan u/ menjual teknologi KA super cepat ini karena di Jepang sendiri sudah mentok/stuck. Intinya, dia membutuhkan pasar u/ teknologi/barangnya. Cina yg seharusnya dapat menjadi pasar telah mengembangkan KA super cepatnya sendiri. Negara2 lain terlihat kurang berminat dan kurang berprospek u/ KA cepat ini. Jadi jgn kaget bila Jepang sangat getol dan bersemangat mengenai program KA ini karena mereka sangat berkepentingan u/ diri mereka sendiri.

Jadi, pemerintah harus berhati2 dan berpikir ulang untuk melaksanakan program KA super cepat ini. Saya pribadi menolak program ini karena alasan2 di atas. Lebih baik anggarannya digunakan u/ pembangunan infrastruktur yg lebih mendesak dan lebih memiliki prioritas.

Shinkansen Seri 800 Tsubame di Stasiun Hakata, Fukuoka

Advertisements
Categories: Japan Experience, My Opinion, Travel | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: